Penyebab dan Gejala Disentri

Disentri adalah salah satu penyakit yang dikaitkan dengan organ usus besar. Umumnya berupa gejala sakit perut serta diare berkepanjangan. Disentri berbeda dengan diare karena penderita disentri terkadang akan mengalami berak darah serta mengandung lemak pada kotoran feses yang dikeluarkan. Disentri adalah kondisi dimana terjadi sebuah infeksi pada usus yang dapat mengakibatkan diare disertai dengan darah. Pada saat disentri orang cenderung lebih sering buang air besar yang encer serta ditandai dengan rasa keram perut, mual, muntah dan bahkan dapat mengakibatkan demam.

Baca Juga: Jasa Penulis Artikel

Penyakit disentri terbagi jadi 2 jenis, yaitu: disentri amuba dan basiler. Umumnya penderita yang kerap menjadi sasaran penyakit ini adalah anak-anak dibawah usia. Pemicu penyakit ini disebabkan oleh virus bakteri yang masuk melalui makanan atau mulut. Penyakit disentri menjadi salah satu penyakit yang umum sering diderita irang, pasalnya kelainan pada usus terjadi akibat adanya infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau parasit yang mengganggu sistem pencernaan. Selain itu kondisi lingkungan dan keterbatasan air bersih juga menjadi pemicu disentri. Di indonesia penyakit disentri memiliki tingkat penyebaran yang tinggi terutama di daerah-daerah padat penduduk serta polusi yang mengakibatkan bakteri mudah berkembang dan menyerang.

Penyebab Disentri

Menelusuri hal-hal yang menjadi penyebab disentri pada umumnya disebabkan oleh bakteri dan parasit entamoeba histolytica. Bakteri ini dapat menimbulkan peradangan pada usus besar serta infeksi terkait lainnya yang berhubungan dengan perut dan sekitarnya. Faktor lingkungan dan makanan tidak bersih menjadi salah satu penyebabnya, selain itu kurang bersihnya membasuh tangah setelah buang air besar juga dapat menjadi pemicu timbulnya penyakit disentri ini.

Gejala Penyakit Disentri

Untuk mengenali gejala disentri umumnya dapat terlihat dalam beberapa hari saja setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. Setelah bakteri bekerja, gejala pun akan nampak pada si penderita dengan gejala-gejala seperti: demam, muntaber, kehilangan nafsu makan. Apabila penderita disentri tidak segera diobati maka kondisi akan memburuk dengan mengeluarkan darah, lemak, hingga nanah pada kotoran feses yang dikeluarkan saat buang air besar.

Disentri juga merupakan penyakit diare akut. Penderita dapat masuk keluar kamar mandi hingga 20-30 kali dalam sehari untuk buang air besar. Hal ini sangat berbahaya karena dapat mengurangi cairan tubuh dalam waktu yang singkat. Disentri yang dibiarkan begitu saja, bukan saja dapat menyebabkan badan lesu dan kurus, tetapi juga dapat menyebabkan kematian. Pasalnya kondisi orang yang terkena disentri biasanya kerap mengalami dehidrasi akibat banyaknya cairan tubuh yang terbuang, selain itu disentri juga dapat menyebabkan penderitanya mengalami kelainan pada fungsi hati dan sangat membahayakan.

Tindakan Yang Harus Dilakukan Ketika Disentri

Ketika anda atau anggota keluarga anda mengalami diare yang tak kunjung sembuh selama 2 hari, maka disarankan agar segera memeriksakan diri ke dokter. Terlambatnya penanganan penderita disentri dapat mengakibatkan dehidrasi dalam waktu yang singkat. Untuk pertolongan singkat, dapat memberikan penderita disentri dengan larutan oralit yang dapat ditemui dengan mudah di toko obat atau membuatnya sendiri dengan campuran larutan gula dan garam yang diseduh dengan 200cc air hangat.

Oralit juga merupakan cairan elektrolit yang berfungsi mengganti cairan tubuh yang hilang akibat muntah dan diare. Selain diberikan oralit sebagai pertolongan pertama, disarankan agar penderita segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan obat-obatan khusus disentri lainnya.

Selain itu agar terhindar dari disentri kita juga sebaiknya selalu menjaga kebersihan terutama pada saat akan mengonsumsi makanan. Dan pastikan selalu mencuci tangan dengan bersih setelah buang air besar dan ketika hendak makan. Bagi anda yang memiliki salah satu anggota keluarga yang terserang disentri, sebaiknya tetap hindari menggunakan pakaian yang sama dengan penderita agar terhindar dari penularan disentri. Selain itu, membersihkan toilet setelah dipakai oleh penderita disentri juga sangat penting, pasalnya penyebaran bakteri bisa terjadi ketika sisa kotoran penderita tidak lekas dibersihkan dengan benar.